Jumat, 09 November 2012

CARA MEMBUAT GERABAH TERBAIK DAN TERMURAH DI DESA GLANGGANG, PAKISAJI (MALANG)


CARA MEMBUAT GERABAH TERBAIK DAN TERMURAH DI DESA GLANGGANG, PAKISAJI, KABUPATEN MALANG.



Alam memiliki banyak manfaat bagi manusia. Salah satu contohnya adalah tanah liat. Di desa Glanggang, tanah liat dimanfaatkan oleh para pengrajin untuk membuat gerabah terbaik dan termurah. Gerabah di desa Glanggang dengan harga termurah yang memiliki kualitas terbaik bisa dibentuk untuk dijadikan perkakas rumah tangga, pernak-pernik serta hiasan rumah. Di desa Glanggang pembuatan gerabah masih menggunakan cara manual. Dengan cara manual, hasil dari pembuatan gerabah akan lebih baik.
Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatan gerabah di desa Glanggang:

1.Pengambilan tanah liat untuk gerabah di Desa Glanggang.
Tanah liat diambil dengan cara menggali secara langsung ke dalam tanah. Biasanya tanah liat itu diperoleh dari kebun tebu, tanah liat yang baik berwarna merah coklat atau putih kecoklatan. Tanah liat yang telah digali kemudian dikumpulkan pada suatu tempat untuk proses selanjutnya.

2.Persiapan tanah liat untuk gerabah Desa Glanggang.
Tanah liat yang telah terkumpul disiram air hingga basah merata lalu didiamkan selama satu hingga dua hari. Setelah itu, kemudian tanah liat digiling agar lebih rekat dan liat. Ada dua cara penggilingan yaitu secara manual dan mekanis. Penggilingan manual dilakukan dengan cara menginjak-injak tanah liat hingga menjadi ulet dan halus. Sedangkan secara mekanis dengan memanfaatkan mesin giling. Hasil terbaik akan dihasilkan dengan menggunakan proses giling manual.

3.Proses pembentukan gerabah di Desa Glanggang.
Setelah melewati proses penggilingan, maka tanah liat siap dibentuk sesuai dengan keinginan pembuat. Seberapa banyak tanah liat dan berapa lama waktu yang diperlukan tergantung pada seberapa besar gerabah yang akan dihasilkan, bentuk dan desain gerabah tersebut. Perajin gerabah dengan harga termurah di Desa Glanggang akan menggunakan kedua tangan untuk membentuk tanah liat dan kedua kaki untuk memutar alat pemutar (perbot). Kesamaan gerak dan konsentrasi sangat diperlukan untuk dapat melakukannya. Alat-alat yang digunakan yaitu alat pemutar (perbot), alat pemukul, batu bulat, kain kecil. Air juga sangat diperlukan untuk membentuk gerabah dengan baik.

4.Penjemuran gerabah di Desa Glanggang.
Setelah bentuk akhir telah terbentuk, maka diteruskan dengan penjemuran. Sebelum dijemur di bawah terik matahari, gerabah dengan harga termurah di Desa Glanggang yang sudah agak mengeras dihaluskan dengan air dan kain kecil lalu dibatik dengan batu api. Setalah itu baru dijemur hingga benar-benar kering. Lamanya waktu penjemuran disesuaikan dengan cuaca dan panas matahari.

5.Pembakaran gerabah di Desa Glanggang.
Setelah gerabah menjadi keras dan benar-benar kering, kemudian banyak gerabah dikumpulkan dalam suatu tempat atau tungku pembakaran. Gerabah-gerabah yang berada di Desa Glanggang yang memiliki kualitas terbaik ini kemudian dibakar selama beberapa jam hingga benar-benar keras. Proses ini dilakukan agar gerabah benar-benar keras dan tidak mudah pecah. Bahan bakar yang dimanfaatkan untuk proses pembakaran adalah jerami kering, daun kelapa kering ataupun kayu bakar.

6.Penyempurnaan gerabah di Desa Glanggang.
Dalam proses penyempurnaan, gerabah di desa Glanggang bisa dicat dengan cat khusus atau diglasir atau diberi warna sehingga terlihat indah dan menarik sehingga bernilai jual tinggi dibandingkan yang lain.

Demikianlah proses pembuatan gerabah di desa Glanggang, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai gerabah yang berkualitas terbaik dengan harga termurah, silahkan datang ke Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Semoga bermanfaat untuk Anda, dan jika ingin bertanya sesuatu atau apapun mengenai semua informasi pada blog atau website ini, anda bisa menghubungi KONTAK yang ada di website ini atau blog ini.

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More